Ekonomi

Dunia Soroti Langkah Berani Prabowo, Ekspor Sawit dan Batu Bara Kini Dikendalikan BUMN

Syarif 21 May 2026

Bagikan:

WhatsApp Facebook Twitter X
<div>Dunia Soroti Langkah Berani Prabowo, Ekspor Sawit dan Batu Bara Kini Dikendalikan BUMN</div>
K-Berinews.com – Kebijakan besar Presiden Prabowo Subianto yang memusatkan seluruh kendali ekspor komoditas strategis nasional kini menjadi sorotan tajam media internasional. Sejumlah media asing terkemuka dari Singapura hingga Amerika Serikat menilai langkah tersebut sebagai kebijakan berani yang dapat mengubah arah perdagangan global sekaligus memperkuat kontrol negara atas kekayaan alam Indonesia.
Media asal Singapura, Channel News Asia, dalam laporannya pada Rabu (20/05/2026), menyoroti keputusan pemerintah Indonesia yang mewajibkan seluruh penjualan komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan batu bara dilakukan melalui satu pintu menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai eksportir tunggal.
Kebijakan itu dinilai sebagai langkah drastis Pemerintah Indonesia untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara yang selama puluhan tahun disebut terjadi akibat praktik manipulasi harga ekspor.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan segera menerbitkan regulasi baru terkait pengelolaan ekspor komoditas nasional.
“Hari ini pemerintah Indonesia yang saya pimpin akan mengeluarkan regulasi mengenai pengelolaan ekspor komoditas,” ujar Presiden Prabowo.
“Penerbitan regulasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan ekspor komoditas kita,” lanjutnya.
Presiden juga menegaskan seluruh sumber daya alam Indonesia harus memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
“Semua penjualan sumber daya kita, mulai dari kelapa sawit hingga batu bara, harus melalui BUMN yang dipilih oleh pemerintah sebagai eksportir tunggal,” tegasnya.
Menurut laporan media Singapura tersebut, pemerintah Indonesia memperkirakan negara kehilangan potensi pendapatan hingga US$ 908 miliar atau sekitar Rp16 ribu triliun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing yang dilakukan sebagian pelaku usaha selama bertahun-tahun.
Sementara itu, media Amerika Serikat Associated Press menyoroti dampak langsung kebijakan tersebut terhadap pasar keuangan nasional. Pengumuman pengetatan ekspor disebut memicu kepanikan investor dan tekanan besar di pasar modal Indonesia.
Laporan tersebut menyebut IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan tajam hingga 3,5 persen pada perdagangan Selasa dan kembali melemah hampir 2 persen pada Rabu.
Para investor global disebut khawatir kebijakan monopoli ekspor oleh negara dapat mengganggu mekanisme pasar bebas serta memangkas keuntungan perusahaan komoditas.
Meski menuai kritik dan sorotan tajam dari dunia internasional, Presiden Prabowo tetap menegaskan bahwa penguasaan negara atas kekayaan alam merupakan amanat konstitusi demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Dalam pandangan pemerintah dan saya yakin setiap patriot akan mendukung ini, bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.
Langkah ini pun memunculkan perdebatan luas di tingkat global. Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk keberanian Indonesia dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional, sementara pihak lain menganggapnya sebagai sinyal meningkatnya intervensi negara terhadap perdagangan internasional.
(K-Berinews.com)
#Presiden #Ekonomi Global #Prabowo #Surabaya